Selasa, 07 Oktober 2014

Ramah Tamah Ied Adha PPMI Madinah

Hari ied, saat berkumpul dengan keluarga, bercanda, bercengkrama dengan akrab. Seperti sudah menjadi tradisi untuk berkumpul keluarga pada momen tersebut. Apalagi ketika iedul adha, saat dimana daging-daging melimpah ruah. Diolah menjadi berbagai makanan yang menggugah selera. Mulai dari sate, gule, sop, tongseng, tengkleng, dan lainnya yang hanya dengan memikirkannya sudah bisa membuat air liur menetes.

Beda halnya bagi para mahasiswa, khususnya yang merantau jauh ke tanah orang. Berkumpul dengan keluarga hanya dalam waktu terbatas. Terpisah jarak dan waktu menjadi halangan. Merasakan cita rasa masakan rumah hanya melalui paket abon, mie, tempe orek, dan sambal sachetan. Sungguh mengenaskan saat momen membahagiakan justru menjadi momen ajang galau rindu rumah.

Begitu pula para mahasiswa Indonesia di UIM, Penderitaan kangen keluarga dan masakan rumah terasa saat momen Idul Adha kemarin. Meskipun Idul Adha namun menu masakan kantin kampus tidak berubah sama sekali, menu sama rasa sama. Tidak ada sate, gule, tongseng daging unta maupun kambing. Hiks.

Alhamdulillah, rupanya pihak PPMI Madinah peka dengan hal tersebut. Maka diadakanlah acara ramah tamah mahasiswa Indonesia di Madinah dari jenjang S1 sampai S3. "Walau kumpul bersama keluarga tak mampu, paling tidak bercengkrama dengan sesama pelajar Indonesia bisa menjadi obat pelipur lara" ujar Ust Zaidan, selaku ketua PPMI Madinah.

Acara dikemas dengan santai dan bebas. Makan bersama (tentunya menu Indonesia dong), olahraga, canda tawa, sekaligus mempererat silaturahmi dengan para senior di jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Acara diselenggarakan di taman Dawar Qiblatain pada hari Ahad, 11 Dzulhijjah.

Alhamduillah, meski tidak bisa pulang ke tanah air namun rasa sate bisa lah sedikit mengobati rindu, hehe.




1 catatan kaki:

luthfilaziman93@blogspot.com mengatakan...

semoga bisa cepet kesana :D

Posting Komentar