أي مصيبة هذه...؟
...دخلت بوابة الجامعة جاهلا متواضعا
...و بعد سنوات
...خرجت منها جاهلا متكبرا
...نعم...المصيبة...ليس من لا يقبل في الجامعة
...ولكن من لا يوفق الله في طلب العلم فهي مصيبة فوق مصيبة
...إعلم رحمك الله...أن العلم بالتوفيق لا بالمكان
...ادعو الله التوفيق في طلب العلم
...الإخلاص في توفيق الله...و ليس في الجامعة
Musibah macam apakah ini...?
Ku melangkah memasuki gerbang universitas dalam keadaan bodoh dan merasa rendah diri...
Namun setelah beberapa tahun...
Ku melangkah keluar darinya dalam keadaan tetap bodoh namun menyombongkan diri...
Ya...musibah...bukanlah tidak diterimanya di universitas...
Akan tetapi siapa yang tidak diberi taufiq oleh Allah dalam menuntut ilmu, itulah musibah melebihi musibah lain...
Sadarilah -semoga Allah merahmatimu- bahwa ilmu didapat dengan taufiq-Nya, bukan karena tempat belajar...
Maka mintalah taufiq-Nya dalam menuntut ilmu...
Karena keikhlasan ada pada taufiq Allah, bukan universitas tertentu...
Disadur dari berbagai sumber
------------------------------------------------------------------------------
Setiap tahunnya ribuan siswa-siswi lulusan SMA/sederajat merasakan getir pahit kekecewaan tidak lulus di universitas idaman. Depresi, frustasi, bingung tak tahu apa yang akan dilakukan, putus asa pun hinggap di benak.
Semua rencana yang telah tersusun rapi akhirnya rusak berantakan.
Seluruh daftar keinginan yang akan dilakukan setelah diterima pun terhapus oleh kekecewaan.
Harapan dan asa yang terkumpul selama ini akhirnya harus terbang tertiup berhamburan.
Musibah...musibah...musibah...
Kontras dengan hal itu, ribuan siswa-siswi lainnya mereguk manis kepuasan menjadi mahasiswa-mahasiswi di universitas idaman. Gembira, bahagia, puas dengan apa yang mereka dapatkan. Sampai-sampai lupa bersyukur bahwa itu merupakan nikmat Allah ta'ala yang diberikan.
Masuk gerbang kampus dengan bangga, mengenakan nama almamater universitas yang diimpikan, menyandang gelar baru dari hanya "siswa" menjadi "mahasiswa".
Melihat senior-senior semester atas merasa ciut diri, seakan diri ini ga punya ilmu apa-apa lagi.
Merasakan suasana baru, bebas, seakan baru keluar dari penjara yang bernama sekolah.
Nyatet materi atau nggak dosen ga peduli, masuk studi cuma buat absen doang ga ada yang ngurusi, ngerjain tugas pun akhirnya cuma bisa copas temen sendiri.
Sampai akhirnya lupa diri....
Waktu berlalu dan ga terasa udah menyandang gelar es satu...
Keluar gerbang kampus bagaikan profesor nomer satu...
Padahal ya...nilai di ijazah cuma segitu-gitu...
Ah, yang penting lulus dulu...katanya begitu...
Sampai di masyarakat bagaikan tak berilmu...
Ditanya masalah ini itu jawabnya nanti dulu...
Alasan seabrek padahal sebenernya gak tahu...
Sampai akhirnya ngomong seenaknya ga pake ilmu...
Dan akhirnya menyesatkan orang tanpa ragu-ragu...
Musibah...musibah melebihi musibah lain...
Bagusnya universitas ga menjamin bagusnya lulusan. Lulusan universitas nomer satu bisa saja kalah saing dengan yang ga masuk universitas.
Karena yang menentukan bukan hanya tempat belajar yang bagus, namun lebih ditentukan dari barokah ilmu yang didapat.
Ilmu sedikit namun berbarokah itu lebih banyak manfaatnya, apalagi kalau ilmunya banyak dan berbarokah lebih mantap lagi!العلم بالتوفيق لا بالمكانAl-Ilmu bittaufiq laa bil makaanIlmu itu diraih karena taufiq bukan hanya karena tempat belajar
Lalu bagaimana supaya dapat barokah ilmu? Mintalah taufiq kepada Allah!
Terus bagaimana supaya diberi taufiq dalam menuntut ilmu? Banyak! Berdo'a, ikhlas mengharap ridho Allah, ga mengharap pujian maupun jabatan, memperbanyak ketaatan, meninggalkan kemaksiatan, dan lain sebagainya.
Jangan sampai usaha keras menuntut ilmu tak terbayar...
Siang malam belajar tapi ilmu ga keluar...
Cuma gara-gara cara menuntut ilmu yang ga benar...
Mengandalkan nama universitas yang tenar...




