Sabtu, 06 Desember 2014

Catatan Perjalanan Menuju Madinah (Bag.2)


Setelah sibuk berkutat dengan banyaknya imtihan amal sanah (Ujian Harian, MidTest, dst.), akhirnya ada sedikit waktu jeda. Lihat blog postingan terakhir tanggal 31 Oktober, wih ternyata sudah sebulan lamanya terbengkalai blog ini. Hehe, ya sudahlah mau gimana lagi? Mumpung ada waktu, yuk mari kita lanjutkan catatan perjalanan kita....

Di postingan sebelumnya sudah saya jelaskan tentang pengumuman penerimaan (dan pentingnya sabar menghadapi 'berondongan' pertanyaan "kapan pengumuman?" hehe). Jadi setelah nama anda tercantum sebagai penerima beasiswa maka bersegeralah untuk memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai ketentuan. Lho bukannya sudah saat pendaftaran online? Iya sebagian memang sudah, tapi apa sudah sesuai ketentuan? SKCK sudah dari kepolisian? Hasil medical check up dari klinik yang ditentukan? Isy'ar Qobul udah? Surat Rekomendasi dari Depag? Dengan kata lain dokumen yang anda upload saat pendaftaran online anggap saja dokumen awal dalam bentuk data. Sekarang kita akan siapkan dokumen dalam bentuk fisiknya alias KERTAS karena nantinya akan diminta lagi saat proses muqobalah di UIM.

Buat 'JarKom' dan Tunjuk Ketua Angkatan
Setelah nama diumumkan biasanya para penerima beasiswa akan berusaha berkumpul berbagi informasi. Alhamdulillah di zaman sekarang kita bisa manfaatkan WhatsApp, Facebook, dsb untuk membuat 'jarkom' alias jaringan komunikasi. Jarkom ini sangat membantu untuk berbagi informasi, entah informasi yang berkaitan dengan persiapan dokumen maupun informasi keberangkatan. Khususnya bagi kawan-kawan yang berasal dari pelosok dan seberang pulau, jarkom ini sangat bermanfaat agar tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan harta (anda tidak mau kan sudah jauh-jauh datang ke Jakarta untuk persiapan berangkat, ternyata begitu sampai di Jakarta waktu keberangkatan masih lama atau ternyata ada dokumen yang tertinggal di rumah?). Angkatan anda belum ada jarkom-nya? Segera tunjuk ketua angkatan dan buat jarkom!

Hubungi Jam'iyyah Arrahmah
Jam'iyyah Arrahmah adalah sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang dakwah serta penyaluran bantuan sosial. Diketuai oleh Ust. Abdullah Sa'id Baharmus, lembaga ini sudah membantu koordinasi keberangkatan calon mahasiswa UIM semenjak tahun 1987 (Jadi InsyaAllah sudah berpengalaman). Nah silahkan hubungi Jam'iyyah Arrahmah (Jl. Cipinang Muara Raya no 29 RT001/RW003 Jatinegara, Jakarta Timur) untuk koordinasi pengurusan dokumen lebih lanjut.
Anda ingin mengurus keberangkatan sendiri? tidak masalah, anda tidak harus mengurus keberangkatan anda melalui JR (Jam'iyyah Arrahmah). Anda bisa mengurus sendiri keberangkatan anda namun anda harus siap dengan segala resikonya, karena anda nanti harus melewati berbagai macam birokrasi baik di pemerintahan Indonesia maupun kedubes Arab Saudi. Anda bisa saja dipungut biaya tambahan, dilempar kesana-kemari, ditolak, bahkan bisa jadi malahan tidak jadi berangkat. Saya sarankan serahkan saja pada yang sudah berpengalaman hehe.

Siapkan Dokumen
Setelah ada koordinasi dengan JR, maka anda diminta untuk segera mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti :

1. Paspor (Dengan nama yang terdiri dari 3 kata, kalau nama anda kurang dari 3 kata tambahkan nama bapak. Misal seperti saya: Syarif Hidayatulloh hanya terdiri dari 2 kata maka saya tambahkan nama bapak saya sehingga menjadi Syarif Hidayatulloh Syai)
2. Ijazah+Daftar Nilai
3. Foto 4x6 berwarna, background terang, sebanyak 30 lbr (kok banyak? iya sebagai persiapan kalau sewaktu-waktu butuh, baik di Indonesia maupun nantinya di Madinah)
4. Isy'ar Qobul 
5. Akte Kelahiran
6. SKCK dari kepolisian (baik dari polda atau polsek bisa)
7. Rekomendasi depag
8. Rekomendasi dari lembaga atau tokoh (2 buah)





Semua di copy 3 set atau lebih juga boleh (kecuali foto lho) sebagai persiapan sewaktu-waktu dibutuhkan. Nah semua dokumen tadi diterjemahkan ke bahasa Arab di penerjemah resmi tersumpah dan untuk ijazah serta akte kelahiran setelah diterjemahkan harus dilegalisir oleh Dephukham, Deplu,  Catatan Sipil, dan Dubes Saudi Arabia. Ribet? Memang tapi tenang saja JR siap membantu mengurus semua. Anda cuma diminta untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang diminta dan biaya yang diperlukan untuk pengurusan.
Rincian Biaya yang Harus Dibayar (Pada Tahun Keberangkatan Saya)
Halaman Legalisir yang bikin penerjemahan lama dan mahal
Maka segeralah mengurus dokumen, semakin cepat anda mengumpulkan semakin cepat proses pengurusan dan semakin cepat anda berangkat -InsyaAllah-




Medical Check Up
Seperti layaknya bepergian ke luar negeri, anda harus dipastikan dulu terbebas dari penyakit berbahaya menular. Untuk persyaratan keberangkatan maka anda diharuskan untuk medical check up terlebih dahulu di klinik yang ditentukan. Pada tahun-tahun sebelumnya setelah selesai masalah administrasi maka diberi surat pengantar medical check up langsung ke klinik yang ditentukan. Namun pada tahun keberangkatan saya, sistemnya sudah dirubah. Prosedur MCU (Medical Check Up) sekarang lebih ribet sedikit.

1. Setelah mendapat surat pengantar dari JR maka diminta untuk pergi ke kantor GAMCA di gedung Binawan Lt. 2 (Jalan Kalibata Ujung, Cawang, Jakarta Timur) untuk mendaftar pelaksanaan MCU. Siapkan FC paspor, 4 lbr foto, dan uang sebesar 1.000.000 rupiah. Setelah selesai membayar anda akan diberi surat pengantar MCU ke klinik yang ditentukan (biasanya sih Salamat Medical Center). Setelah selesai mendaftar, tunggu untuk proses pengambilan foto dan sidik jari.



2. Surat pengantar dari GAMCA difoto kopi 2 lembar untuk diserahkan ke JR. Karena surat aslinya akan diminta di klinik. Lanjut ke proses MCU di klinik yang tertera pada surat pengantar.

(Atas) Surat Pengantar dari GAMCA
(Bawah) Bukti Pembayaran dari Klinik

3. Di klinik nantinya akan diperiksa macam-macam, mulai dari tinggi berat badan, tensi, tes darah, X-ray, sampai tes urine. Hasil tes bisa dicek keesokan harinya via telepon. Apabila sehat (FIT) maka syukur alhamdulillah namun jika dinyatakan tidak sehat (UNFIT) maka silahkan konsultasi ke dokter klinik.
Usahakan sebelum MCU untuk menjaga kesehatan, sering olahraga, dan perbanyak minum susu (katanya sih membersihkan tubuh hehe, tapi ga ada salahnya dicoba). Hasil UNFIT kadang hanya karena masalah sepele, semisal saya UNFIT gara-gara mata minus, ada juga yang UNFIT gara-gara alergi. Tapi jangan buru-buru protes dulu itu memang standar prosedural dari MCU, apabila ada masalah kesehatan sedikit saja maka dianggap UNFIT. Namun untuk masalah kesehatan sepele semacam ini pihak JR akan membuat surat pengantar nantinya. Adapun penyakit yang menghalangi keberangkatan adalah penyakit berbahaya menular semisal HIV/AIDS, hepatitis, TBC, dsb. Di tahap ini banyak calon mahasiswa yang gugur karena mengidap penyakit berat. Bahkan saya dengar cerita seorang calon mahasiswa yang begitu tahu ia diterima di UIM, langsung ia keluar dari kampusnya. Namun -qadarullah- ia gagal lolos di MCU karena mengidap penyakit hepatitis. Maka saya sarankan bagi yang sedang menempuh studi di universitas lain supaya mengambil cuti saja, untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tak diinginkan.

4. Sesudah MCU serahkan surat dari GAMCA dan bukti pembayaran klinik ke pihak JR untuk pengambilan hasil. Pengambilan hasil akan dilakukan oleh pihak JR.


Menunggu (lagi)
Sesudah melengkapi semua dokumen yang diperlukan dan setelah hasil FIT dari MCU anda 'dipaksa' menunggu lagi. Yup MENUNGGU LAGI. Menunggu proses penerjemahan dokumen dan legalisirnya di berbagai instansi terkait. Biasanya proses ini memakan waktu yang cukup lama karena berbagai sebab. Nah di proses ini kesabaran kita diuji lagi. Setelah penasaran menunggu pengumuman, sekarang was-was menunggu keberangkatan. Pertanyaan bertubi-tubi datang kembali, dari yang sebelumnya "kapan pengumuman?" menjadi "kapan berangkat?". Rasa antusias dan tak sabar dari beberapa calon mahasiswa menjadi-jadi. Disini ketua angkatan berperan penting sebagai perantara pihak JR dengan calon mahasiswa. Ketua angkatan harus terus memantau perkembangan pengurusan dokumen dan berkomunikasi dengan pihak JR sebagai wakil dari teman-temannya yang lain. Hal ini dilakukan supaya teman-teman calon mahasiswa lain tidak 'menggangu' Ust Baharmus maupun pihak JR terus-terusan. Coba bayangkan apabila setiap orang menelepon atau mengirim sms menanyakan kabar proses pengurusan kepada Ust Baharmus maupun pihak JR sementara calon mahasiswa sendiri berjumlah 100 lebih? capek pastinya. Dan tentunya Ust Baharmus beserta pihak JR juga memiliki kesibukan lain, maka hendaknya ketua angkatan sebagai wakil dari teman-temannya terus meng-update informasi terbaru dari JR.


Akhirnya...
Penantian sekian lama dalam ketidak jelasan status kita, bosan menunggu, lelah ditanya "kapan berangkat?", Allah memberi jalan keluar...
Setelah semua proses selesai maka pihak JR menginformasikan tentang keberangkatan. Sehari sebelum keberangkatan biasanya diadakan technical meeting dengan Ust Baharmus dan pihak JR, entah itu di hotel atau gedung pertemuan (akan diinformasikan) untuk membahas masalah teknik keberangkatan. Di meeting itu juga akan diserahkan kembali berkas-berkas yang kita kumpulkan beserta terjemahannya beserta tiket pesawat (simpan baik-baik jangan sampai hilang). Meeting berlangsung dari pagi sampai sore (tenang..ada makan-makan kok hehe).
Sebelum berangkat ke Jakarta persiapkan semuanya dengan baik, karena anda tidak cuma pergi ke luar kota namun anda pergi ke luar negeri!



(Bersambung lagi.....)


Mohon maaf
Perlu diperhatikan bahwa catatan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis, sehingga penulis tidak bertanggung jawab apabila ada perubahan sistem maupun tambahan biaya pada pengurusan tahun berikutnya...


Jumat, 31 Oktober 2014

Catatan Perjalanan Menuju Madinah (Bag.1)

Catatan ini dibuat sebagai kelanjutan dari Catatan untuk Pelamar Beasiswa UIM


Tak terasa penantian selama setahun lamanya akan berakhir. Sebuah pengumuman hasil dari tes tahun lalu akan terukir.

Setelah setahun menunggu (bahkan terkadang bisa lebih) akhirnya tiba saat PENGUMUMAN BEASISWA! Yup, beasiswa UIM yang diharap hati. Mungkin terbetik pertanyaan "Kenapa lama sekali waktu pengumumannya?" Entahlah saya sendiri juga kurang tahu pasti, mungkin pihak kampus butuh waktu panjang untuk menyeleksi ratusan ribu berkas dari seluruh dunia. Namun yang jelas pengumuman beasiswa UIM biasanya dilakukan berselang setahun dari waktu pendaftaran.

Nah, begitu waktu sudah mendekati genap setahun, biasanya para pelamar jadi rajin untuk mengunjungi situs http://admission.iu.edu.sa/WelcomePortal.aspx siapa tahu nama penerima beasiswa sudah terpampang (sambil berharap namanya ikut nyempil disitu hehe). Pagi-pagi buka situs, masih belum ada. Siang dibuka lagi, masih nihil. Sore habis mandi buka lagi, eh masih belum nongol juga tuh pengumuman. Lama-lama hati jadi was-was gak karuan. Ditambah lagi pertanyaan dari keluarga dan teman "Sudah ada pengumuman?" cuma bisa dibalas dengan senyum manis asem asin. Yah pada akhirnya cuma bisa sabar, kita tidak bisa berbuat apapun untuk mempercepat pengumuman.

Psst, sedikit bocoran...rupanya beberapa waktu sebelum pengumuman daftar nama muncul, hasil dari tes sudah bisa dicek secara pribadi/individu kok. Caranya? Inget Roqm Tholab? Setelah melengkapi berkas pendaftaran secara online maka secara otomatis akan dapat sebuah nomor cantik, itulah nomor pendaftaran alias Roqm Tholab. Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya bahwa nomor cantik ini jangan sampai terlupa! Jangan gara-gara terlalu lama nunggu pengumuman jadi seenaknya diabaikan begitu saja, hilang, tercecer entah dimana. Nah begitu Roqm Tholab sudah di tangan maka langkah selanjutnya...
- Buka situs http://admission.iu.edu.sa/
- Klik pada pilihan "Informasi Pendaftaran"
- Masukkan Roqm Tholab pada kolom yang tersedia
- JRENG! Biidznillah akan muncul beberapa kalimat yang menunjukkan status permohonan beasiswa. Secara umum terbagi menjadi 3 :

1. مبارك لقد تم قبولك في الجامعة الإسلامية
"Mubaarok la qod tamma qobuuluka fil jaami'ati al islamiyyah"
Selamat! Anda diterima di UIM.
Sudah jelas jika dapat pesan seperti ini maka anda merupakan salah satu dari penerima beasiswa. Dan pesan ini sangat diharap kemunculannya hehe.

2. طلبك في مدة المتاحة لتصليح...الخ
"Tholabuka fii muddatil mutaahah li tasliih....dst."
"Pendaftaran anda masih bisa untuk dirubah....dst." (ada terusannya tapi karena terlalu panjang jadi saya kurang ingat).
Wah, kalau yang muncul pesan ini maka kemungkinan besar anda masih belum beruntung. Coba lagi tahun depan!

3. طلبك تحت الدراسة
"Tholabuka tahta dirosah"
"Pendaftaran anda masih dipelajari"
Nah kalau pesan ini muncul berarti pendaftaran anda masih diproses, diantara diterima atau ditolak. Kalau begini tinggal banyak berdo'a saja.

Namun perlu diingat bahwa pada akhirnya keputusan final tetap ada di pengumuman daftar nama yang dirilis situs UIM resmi. Jadi yang dapet pesan nomor 2 atau 3 jangan menyerah dulu! Karena mungkin masih ada kesempatan diterima, siapa tahu nama anda ikut terpampang di daftar penerima?.
Oiya patut jadi perhatian, jangan pernah percaya pada informasi apapun yang berkaitan dengan pengumuman selain dari situs UIM resmi. Karena berdasar pengalaman yang lalu, sempat beredar bocoran daftar nama penerima beasiswa (sempat membuat gempar para pelamar hehe) namun ternyata informasi tersebut kurang bisa dipercayai. Sebagian besar daftar nama tersebut salah, tidak sesuai dengan pengumuman akhir yang dirilis di situs UIM. Jadi lebih amannya pantau saja situs resmi UIM, jangan tergiur informasi yang gak jelas.

Setelah pengumuman resmi telah dirilis maka akan terlihat golongan yang beruntung dan yang belum.
Bagi yang belum beruntung jangan putus asa! Selama anda masih memenuhi syarat pendaftaran maka cobalah lagi di pendaftaran berikutnya. Salah seorang mahasiswa bercerita bahwa ia baru lolos seleksi pendaftaran setelah 4 kali gagal mengajukan. Jadi anda yang baru gagal sekali, jangan menyerah masih ada kesempatan berikutnya.
Bagi yang beruntung saya ucapkan selamat. Merupakan nikmat Allah yang perlu disyukuri. Dan perlu diingat bahwa anda diterima semata-mata karena taufiq dari Allah ta'ala bukan karena yang lain. Jangan terburu puas dulu, perjalanan anda menuju Madinah masih panjang. Anda baru melewati tahap pertama dari seleksi, dan masih ada seleksi di tahap berikutnya yang perlu dipersiapkan dan dikhawatirkan. Begitu anda gagal di seleksi berikutnya maka perjalanan anda menuju Madinah terhenti disini.....

(Bersambung...)


Selasa, 07 Oktober 2014

Ramah Tamah Ied Adha PPMI Madinah

Hari ied, saat berkumpul dengan keluarga, bercanda, bercengkrama dengan akrab. Seperti sudah menjadi tradisi untuk berkumpul keluarga pada momen tersebut. Apalagi ketika iedul adha, saat dimana daging-daging melimpah ruah. Diolah menjadi berbagai makanan yang menggugah selera. Mulai dari sate, gule, sop, tongseng, tengkleng, dan lainnya yang hanya dengan memikirkannya sudah bisa membuat air liur menetes.

Beda halnya bagi para mahasiswa, khususnya yang merantau jauh ke tanah orang. Berkumpul dengan keluarga hanya dalam waktu terbatas. Terpisah jarak dan waktu menjadi halangan. Merasakan cita rasa masakan rumah hanya melalui paket abon, mie, tempe orek, dan sambal sachetan. Sungguh mengenaskan saat momen membahagiakan justru menjadi momen ajang galau rindu rumah.

Begitu pula para mahasiswa Indonesia di UIM, Penderitaan kangen keluarga dan masakan rumah terasa saat momen Idul Adha kemarin. Meskipun Idul Adha namun menu masakan kantin kampus tidak berubah sama sekali, menu sama rasa sama. Tidak ada sate, gule, tongseng daging unta maupun kambing. Hiks.

Alhamdulillah, rupanya pihak PPMI Madinah peka dengan hal tersebut. Maka diadakanlah acara ramah tamah mahasiswa Indonesia di Madinah dari jenjang S1 sampai S3. "Walau kumpul bersama keluarga tak mampu, paling tidak bercengkrama dengan sesama pelajar Indonesia bisa menjadi obat pelipur lara" ujar Ust Zaidan, selaku ketua PPMI Madinah.

Acara dikemas dengan santai dan bebas. Makan bersama (tentunya menu Indonesia dong), olahraga, canda tawa, sekaligus mempererat silaturahmi dengan para senior di jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Acara diselenggarakan di taman Dawar Qiblatain pada hari Ahad, 11 Dzulhijjah.

Alhamduillah, meski tidak bisa pulang ke tanah air namun rasa sate bisa lah sedikit mengobati rindu, hehe.




Kamis, 02 Oktober 2014

Berkunjunglah ke Madinah

Kawan, berkunjunglah ke Madinah...
Meskipun hanya sekali dalam hidupmu.

Aku tahu itu sulit,
Biaya yang tidak murah selalu menjadi halangan utama.
Tapi tidakkah engkau ingin mengintip meski sedikit ?
Kota dimana para manusia terbaik pernah singgahi.

Kawan, berkunjunglah kemari...
Entah umroh maupun haji
Saat Ramadhan atau Dzulhijjah nanti
Kehadiranmu senantiasa kami nanti

Mungkin kami tidak memiliki menara Eiffel Paris yang indah menjulang tinggi...
Namun kami punya gunung Uhud yang tegar dan kokoh, gunung yang mencintai kami dan kami cintai.

Memang kami tidak memiliki festival musik budaya seperti Rio di Brazil...
Namun lantunan ayat suci AlQur'an kan kau dengar tanpa henti disini.

Mungkin kami tidak memiliki Harvard maupun Oxford, universitas yang tersohor di dunia...
Namun kami punya Jami'ah Islamiyyah, universitas impian penuntut ilmu agama.

Memang kami tidak memiliki taman seindah Central Park NewYorkCity...
Namun kami punya taman surga diantara mimbar dan rumah Nabi.

Mungkin kami tidak memiliki 1000 masjid seperti di Indonesia...
Namun kami punya masjid nabawi yang memiliki pahala 1000 tiap shalatnya.

Kami tidak memiliki musim semi Jepang penuh hamparan sakura...
Maupun musim dingin Eropa dengan salju putih lembutnya...
Kami cuma punya musim panas terik dengan hamburan debu.
Dan musim dingin menggigil menusuk tulang tanpa salju.

Memang disini tidak ada tiupan lembut angin sejuk, yang ada hanyalah angin panas yang ribut.
Tanah gurun yang gersang, hujan yang turun jarang, dan rumput kering kekuningan.

Namun kawan...
Inilah tanah yang diharamkan.
Tempat daulah Islamiyyah pertama didirikan
Berasas wahyu yang diturunkan.

Berkunjunglah kawan meski sekali
Dan lihatlah sendiri seperti apa kota yang dipilih nabi
Lalu suatu saat nanti...
Saat engkau pangku cucu sambil melihat gambar kota ini
Katakan
"Alhamdulillah, dulu aku pernah kesini..."


Tanah Haram (KiAtas), Jabal Uhud (KaAtas), Jami'ah Islamiyyah (KiBwh), Masjid Nabawi (KaBwh)

Sabtu, 20 September 2014

Gerbang Musibah


أي مصيبة هذه...؟
...دخلت بوابة الجامعة جاهلا متواضعا
...و بعد سنوات
...خرجت منها جاهلا متكبرا
...نعم...المصيبة...ليس من لا يقبل في الجامعة
...ولكن من لا يوفق الله في طلب العلم فهي مصيبة فوق مصيبة
...إعلم رحمك الله...أن العلم بالتوفيق لا بالمكان
...ادعو الله التوفيق في طلب العلم
...الإخلاص في توفيق الله...و ليس في الجامعة


Musibah macam apakah ini...?
Ku melangkah memasuki gerbang universitas dalam keadaan bodoh dan merasa rendah diri...
Namun setelah beberapa tahun...
Ku melangkah keluar darinya dalam keadaan tetap bodoh namun menyombongkan diri...
Ya...musibah...bukanlah tidak diterimanya di universitas...
Akan tetapi siapa yang tidak diberi taufiq oleh Allah dalam menuntut ilmu, itulah musibah melebihi musibah lain...
Sadarilah -semoga Allah merahmatimu- bahwa ilmu didapat dengan taufiq-Nya, bukan karena tempat belajar...
Maka mintalah taufiq-Nya dalam menuntut ilmu...
Karena keikhlasan ada pada taufiq Allah, bukan universitas tertentu...

Disadur dari berbagai sumber
------------------------------------------------------------------------------


Setiap tahunnya ribuan siswa-siswi lulusan SMA/sederajat merasakan getir pahit kekecewaan tidak lulus di universitas idaman. Depresi, frustasi, bingung tak tahu apa yang akan dilakukan, putus asa pun hinggap di benak.
Semua rencana yang telah tersusun rapi akhirnya rusak berantakan.
Seluruh daftar keinginan yang akan dilakukan setelah diterima pun terhapus oleh kekecewaan.
Harapan dan asa yang terkumpul selama ini akhirnya harus terbang tertiup berhamburan.
Musibah...musibah...musibah...

Kontras dengan hal itu, ribuan siswa-siswi lainnya mereguk manis kepuasan menjadi mahasiswa-mahasiswi di universitas idaman. Gembira, bahagia, puas dengan apa yang mereka dapatkan. Sampai-sampai lupa bersyukur bahwa itu merupakan nikmat Allah ta'ala yang diberikan.

Masuk gerbang kampus dengan bangga, mengenakan nama almamater universitas yang diimpikan, menyandang gelar baru dari hanya "siswa" menjadi "mahasiswa".
Melihat senior-senior semester atas merasa ciut diri, seakan diri ini ga punya ilmu apa-apa lagi.
Merasakan suasana baru, bebas, seakan baru keluar dari penjara yang bernama sekolah.
Nyatet materi atau nggak dosen ga peduli, masuk studi cuma buat absen doang ga ada yang ngurusi, ngerjain tugas pun akhirnya cuma bisa copas temen sendiri.
Sampai akhirnya lupa diri....

Waktu berlalu dan ga terasa udah menyandang gelar es satu...
Keluar gerbang kampus bagaikan profesor nomer satu...
Padahal ya...nilai di ijazah cuma segitu-gitu...
Ah, yang penting lulus dulu...katanya begitu...

Sampai di masyarakat bagaikan tak berilmu...
Ditanya masalah ini itu jawabnya nanti dulu...
Alasan seabrek padahal sebenernya gak tahu...
Sampai akhirnya ngomong seenaknya ga pake ilmu...
Dan akhirnya menyesatkan orang tanpa ragu-ragu...

Musibah...musibah melebihi musibah lain...

Bagusnya universitas ga menjamin bagusnya lulusan. Lulusan universitas nomer satu bisa saja kalah saing dengan yang ga masuk universitas.
Karena yang menentukan bukan hanya tempat belajar yang bagus, namun lebih ditentukan dari barokah ilmu yang didapat.
العلم بالتوفيق لا بالمكان
Al-Ilmu bittaufiq laa bil makaan
Ilmu itu diraih karena taufiq bukan hanya karena tempat belajar
Ilmu sedikit namun berbarokah itu lebih banyak manfaatnya, apalagi kalau ilmunya banyak dan berbarokah lebih mantap lagi!
Lalu bagaimana supaya dapat barokah ilmu? Mintalah taufiq kepada Allah!
Terus bagaimana supaya diberi taufiq dalam menuntut ilmu? Banyak! Berdo'a, ikhlas mengharap ridho Allah, ga mengharap pujian maupun jabatan, memperbanyak ketaatan, meninggalkan kemaksiatan, dan lain sebagainya.

Jangan sampai usaha keras menuntut ilmu tak terbayar...
Siang malam belajar tapi ilmu ga keluar...
Cuma gara-gara cara menuntut ilmu yang ga benar...
Mengandalkan nama universitas yang tenar...

Sabtu, 13 September 2014

Catatan Untuk Pelamar Beasiswa UIM

Catatan ini diperuntukkan bagi para penuntut ilmu yang mendambakan belajar ilmu syar'i di tanah nabi.

Gerbang Pintu Masuk UIM 

Bagi para penuntut ilmu syar'i atau biasa dikenal dengan ilmu agama, tentu nama Universitas Islam Madinah (atau dikenal juga Islamic University of Madinah) sudah tak asing lagi di telinga. Sebuah Universitas Islam terbesar di dunia dengan mahasiswa yang berasal dari lebih 130 negara. 

Sekilas tentang Universitas Islam Madinah, ia merupakan universitas negeri di Arab Saudi yang bernaung secara resmi dibawah departemen pendidikan Arab Saudi. Didirikan pada tahun 1961 di kota suci Madinah Al Munawwaroh, di lereng Wadi Aqiq yang terletak di arah barat dari masjid nabawi. UIM memiliki 5 fakultas secara umum : Syari'ah, Qur'an, Dakwah/Ushuluddin, Hadits, dan Bahasa Arab.

Gedung Fakultas Syari'ah ( Gedung fakultas lain modelnya ga jauh berbeda (: )


Kelebihan UIM dari sisi letaknya yaitu di kota nabi, alias Madinah. Tempat dimana Rasulullah pernah tinggal, mendapat wahyu, mendirikan syariat agama Islam. Maka bisa dikatakan bahwa belajar ilmu agama di kota Madinah ibarat mereguk air langsung dari sumbernya. Kemudian dari sisi tenaga akademis bahwa UIM memiliki tenaga pengajar dari berbagai ulama kota Madinah yang mumpuni. Lalu dari sisi biaya, UIM menawarkan beasiswa penuh (full scholarship) bagi seluruh mahasiswanya. Mulai dari living-cost, akomodasi, biaya buku, sampai tiket pulang-pergi ke negara asal semua ditanggung oleh pihak kampus. Jadi bisa dibilang gratis 100% apabila sudah diterima sebagai mahasiswa UIM. Maka tak heran kalau UIM merupakan salah satu destinasi favorit bagi para penuntut ilmu agama.

Cara pendaftaran ke UIM dilakukan secara online di situs resminya : http://admission.iu.edu.sa/ Tidak perlu khawatir tidak bisa berbahasa Arab karena disediakan pula  terjemahnya dalam bahasa lain seperti Inggris dan Indonesia. Kemudian ikuti arahan yang diperintahkan.

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendaftar
1. Ijazah SMU/MA atau yang sederajat.
2. Transkrip Nilai (biasanya sudah tertera di ijazah).
3. Sertifikat Kelakuan Baik (biasa dikenal dengan SKCK).
4. Akte Kelahiran.
5. Paspor. (penting! masa mau keluar negeri ga pake paspor?)
6. KTP.
7. Foto berwarna terbaru ukuran 4x6 (tanpa kacamata, tanpa penutup kepala, background putih).
8. Laporan medis dari klinik kesehatan resmi, yang menyatakan sehat panca indra dan bebas dari penyakit menular.
9. Surat keterangan dari lembaga islam di negara asal atau dari 2 tokoh islam yang menjelaskan bahwa calon mahasiswa adalah Muslim yang menjaga shalat 5 waktu dan berakhlak mulia (atau lebih mudahnya adalah surat rekomendasi).
10. Sertifikat masuk Islam, bagi yang Islamnya tidak dari lahir.

- Jika ada kesalahan pada data-data inti pemohon di dokumen asli (seperti: nama, tempat, dan tanggal lahir), maka diharapkan untuk membenarkan semua kesalahan itu di lembaga yang berwenang, sebelum mengirimkannya ke pihak universitas, karena ada aturan di kampus yang melarang untuk merubah data-data inti setelah menerima calon mahasiswa.
- Pemohon harus menerjemahkan semua dokumen yang tidak berbahasa Arab dengan terjemahan bahasa Arab yang telah disahkan oleh kantor penerjemah resmi (menurut pengalaman, penerjemahan dokumen ini bisa dilakukan setelah ada info resmi diterimanya sebagai mahasiswa UIM. Tapi kalau mau langsung diterjemahkan tidak mengapa asal dilakukan di kantor penerjemah resmi. Dan asal tahu saja penerjemahan dokumen resmi ini ga murah, jadi disarankan supaya penerjemahan dilakukan kalau anda sudah positif diumumkan sebagai penerima beasiswa). 

(sumber: website resmi UIM dengan beberapa penambahan)


Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Pemohon Beasiswa
1. Laki-laki beragama Islam (UIM hanya menerima mahasiswa laki-laki)
2. Berkelakuan baik dan berjanji untuk mentaati semua Peraturan Universitas.
3. Lulus tes kesehatan (yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk UIM).
4. Lulus tes yang diadakan oleh otoritas yang bersangkutan (dikenal dengan muqobalah atau interview).
5. Memiliki ijazah SMU atau yang setara dengannya dari dalam Saudi ataupun dari luar Saudi.
6. Ijazah dikeluarkan oleh Sekolah Negeri atau sekolah yang telah diakui oleh Universitas Islam Madinah.
7. Berkomitmen fokus penuh untuk belajar.
8. Masa lulus dari SMU tidak lebih dari lima tahun.
9. Usia tidak melebihi 25 tahun ketika memulai belajar di Universitas Islam Madinah.
10. Bagi yang ingin kuliah di Fakultas Al-Qur'an harus sudah hafal Al-Qur'an 30 juz.
11. Melengkapi persyaratan-persyaratan lain yang ditentukan oleh Dewan Universitas Islam Madinah yang diumumkan saat pendaftaran.
12. Bagi pemohon yang Ijazah SMU-nya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Kerajaan Saudi Arabia, ia harus memiliki sertifikat lulus uji kemampuan.


Kemudian setelah melengkapi seluruh pendaftaran secara online maka akan mendapat roqm tholab (nomor kode pendaftaran). Simpan baik-baik nomor kode tersebut (kalau bisa di-print) karena akan digunakan untuk melihat hasil pengumumannya satu tahun yang akan datang dan juga untuk mengikuti tes muqobalah yang akan diselenggarakan.


Tes Muqobalah merupakan semacam tes interview yang dilakukan oleh beberapa dosen UIM. Tes muqobalah bisa dilakukan di 2 tempat
1. Langsung di kampus UIM. Bagi anda yang memiliki kelebihan rezeki, anda bisa pergi umroh dan sekalian langsung datang ke UIM untuk tes muqobalah (dan 'katanya' moqobalah langsung di Madinah memiliki peluang diterima lebih besar). Jangan lupa untuk membawa seluruh dokumen (dokumen asli, FC, dan terjemahannya).
2. Beberapa tempat yang ditunjuk pihak UIM. Adapun di Indonesia, biasanya setiap tahun diadakan muqobalah di beberapa tempat (silahkan untuk mengupdate info tempat muqobalah setiap tahunnya). Dan biasanya tes muqobalah diadakan setelah acara dauroh ilmiyyah selama beberapa minggu. Pada tes muqobalah di Indonesia, anda tidak perlu membawa seluruh dokumen persyaratan, cukup membawa istimaroh roqm tholab saja. 

Contoh Istimaroh Roqm Tholab

Pertanyaan yang diajukan pada saat muqobalah biasanya berkisar pada masalah dasar-dasar Islam (seperti: rukun Islam, rukun iman, akidah), permasalahan fiqh sederhana, hafalan qur'an, dan tes baca-tulis Arab.

Menurut pengalaman pribadi saya, tes-tes tersebut tidak selalu berpengaruh pada hasil kelulusan. Karena beberapa pengalaman yang saya ketahui dari peserta muqobalah lain dimana ia mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan syaikh dengan baik (bahkan beberapa sampai membuat sang syaikh kagum) namun ternyata dia tidak lolos. Dan ada pula peserta yang tidak bisa berbahasa Arab atau kemampuan berbahasa Arabnya kurang namun pada akhirnya ia lolos. Akan tetapi hal tersebut tidak selalu terjadi, maka mencari patokan tolak ukur kelulusan seorang pemohon menjadi sulit.
Ada tips yang bisa saya sarankan, ceritakanlah kepada syaikh penguji hal-hal yang menyebabkan anda harus bisa belajar di UIM dan tunjukkan tekad bahwa anda sungguh-sungguh ingin belajar di UIM. Kalau beruntung, si syaikh penguji akan terketuk hatinya dan menulis 'rekomendasi' khusus untuk anda :)
Pengumuman penerima beasiswa diadakan setahun setelah tes muqobalah berlangsung dan diumumkan di website UIM http://admission.iu.edu.sa/IuAbroadInquery.aspx
Jadi selama setahun masa penantian perbanyaklah do'a agar Allah memberi taufiq tuk belajar di tanah nabi, karena faktor terbesar diterimanya di UIM hanyalah taufiq Allah ta'ala.


Berlanjut ke "Catatan Perjalanan Menuju Madinah"

Catatan Syaikh Anis Thohir Untuk Para Mujahid Baru

Suatu hari, seperti biasanya, Syaikh Dr. Anis Thohir Al-Andunisiy sedang mengisi kajian di salah satu halaqah masjid nabawi ba'da maghrib.

Sedikit memperkenalkan beliau, adalah Syaikh Dr. Anis bin Ahmad bin Thohir Al-Andunisiy merupakan seorang ulama ahli hadits dan guru besar di fakultas hadits Universitas Islam Madinah (UIM). Selain mengajar di UIM beliau juga memiliki halaqah kajian berbagai kitab di masjid nabawi. Uniknya, ternyata beliau merupakan keturunan Indonesia lho. Namun sayangnya beliau tidak bisa berbahasa Indonesia karena beliau lahir di Arab sini.

Kembali ke pembahasan. Setelah selesai pembahasan kajian malam itu, maka beliau seperti biasa hendak membuka sesi tanya jawab. Namun sepertinya beliau teringat sesuatu lalu menghentikan sesi tanya jawab.

"Di penghujung kajian pertama kita ini, setelah liburan musim panas yang panjang, saya mengucapkan selamat datang kembali para penuntut ilmu syar'i, para mujahid fii sabilillah, para dai ilallah baik yang lama maupun yang baru datang. Selamat datang kembali di medan jihad menuntut ilmu." sambut beliau ramah.

Kemudian beliau menyebutkan beberapa poin yang sepatutnya diperhatikan oleh para mujahid baru.

-1. إتقوا الله يعلمكم  

(Ittaqullah Yu'allimukum)
Bertaqwalah kepada Allah, takutlah kepada Nya saat di keramaian maupun sendirian. Ingatlah bahwa Allah senatiasa melihat dimanapun kalian berada. Maka apabila kalian telah menunaikan hak Allah niscaya Ia akan membukakan bagi kalian pintu-pintu keberkahan ilmu.

-2. أصلح بينكم و بين الله

(Aslih Bainakum wa Bainallahi)
Perbaiki dan perbagus hubungan antar sesama maupun hubungan kepada Allah Ta'ala.

-3. الصاحب الساحب

(As-Soohib As-Saahib)
Sahabatmu, teman yang engkau pilih itu akan mempengaruhimu. Jika engkau memilih teman yang salih maka mereka akan membawamu kepada ketaatan. Namun apabila engkau memilih teman yang buruk niscaya mereka kan menyeretmu kedalam keburukan pula. Maka berhati-hatilah memilih teman, berhati-hatilah mencari sahabat karena mereka merupakan citra dirimu dan agamamu.
Ingatlah sabda Rasulullah -shallallahu'alaihi wasallam- bahwa seseorang berada di atas agama sahabatnya.

Kemudian saat hendak melanjutkan ke poin berikutnya, qadarullah, adzan Isya' berkumandang dan terhentilah halaqah majelis beliau. Maka sampai disini sajalah sambutan beliau tuk para mujahid baru.