Jumat, 31 Oktober 2014

Catatan Perjalanan Menuju Madinah (Bag.1)

Catatan ini dibuat sebagai kelanjutan dari Catatan untuk Pelamar Beasiswa UIM


Tak terasa penantian selama setahun lamanya akan berakhir. Sebuah pengumuman hasil dari tes tahun lalu akan terukir.

Setelah setahun menunggu (bahkan terkadang bisa lebih) akhirnya tiba saat PENGUMUMAN BEASISWA! Yup, beasiswa UIM yang diharap hati. Mungkin terbetik pertanyaan "Kenapa lama sekali waktu pengumumannya?" Entahlah saya sendiri juga kurang tahu pasti, mungkin pihak kampus butuh waktu panjang untuk menyeleksi ratusan ribu berkas dari seluruh dunia. Namun yang jelas pengumuman beasiswa UIM biasanya dilakukan berselang setahun dari waktu pendaftaran.

Nah, begitu waktu sudah mendekati genap setahun, biasanya para pelamar jadi rajin untuk mengunjungi situs http://admission.iu.edu.sa/WelcomePortal.aspx siapa tahu nama penerima beasiswa sudah terpampang (sambil berharap namanya ikut nyempil disitu hehe). Pagi-pagi buka situs, masih belum ada. Siang dibuka lagi, masih nihil. Sore habis mandi buka lagi, eh masih belum nongol juga tuh pengumuman. Lama-lama hati jadi was-was gak karuan. Ditambah lagi pertanyaan dari keluarga dan teman "Sudah ada pengumuman?" cuma bisa dibalas dengan senyum manis asem asin. Yah pada akhirnya cuma bisa sabar, kita tidak bisa berbuat apapun untuk mempercepat pengumuman.

Psst, sedikit bocoran...rupanya beberapa waktu sebelum pengumuman daftar nama muncul, hasil dari tes sudah bisa dicek secara pribadi/individu kok. Caranya? Inget Roqm Tholab? Setelah melengkapi berkas pendaftaran secara online maka secara otomatis akan dapat sebuah nomor cantik, itulah nomor pendaftaran alias Roqm Tholab. Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya bahwa nomor cantik ini jangan sampai terlupa! Jangan gara-gara terlalu lama nunggu pengumuman jadi seenaknya diabaikan begitu saja, hilang, tercecer entah dimana. Nah begitu Roqm Tholab sudah di tangan maka langkah selanjutnya...
- Buka situs http://admission.iu.edu.sa/
- Klik pada pilihan "Informasi Pendaftaran"
- Masukkan Roqm Tholab pada kolom yang tersedia
- JRENG! Biidznillah akan muncul beberapa kalimat yang menunjukkan status permohonan beasiswa. Secara umum terbagi menjadi 3 :

1. مبارك لقد تم قبولك في الجامعة الإسلامية
"Mubaarok la qod tamma qobuuluka fil jaami'ati al islamiyyah"
Selamat! Anda diterima di UIM.
Sudah jelas jika dapat pesan seperti ini maka anda merupakan salah satu dari penerima beasiswa. Dan pesan ini sangat diharap kemunculannya hehe.

2. طلبك في مدة المتاحة لتصليح...الخ
"Tholabuka fii muddatil mutaahah li tasliih....dst."
"Pendaftaran anda masih bisa untuk dirubah....dst." (ada terusannya tapi karena terlalu panjang jadi saya kurang ingat).
Wah, kalau yang muncul pesan ini maka kemungkinan besar anda masih belum beruntung. Coba lagi tahun depan!

3. طلبك تحت الدراسة
"Tholabuka tahta dirosah"
"Pendaftaran anda masih dipelajari"
Nah kalau pesan ini muncul berarti pendaftaran anda masih diproses, diantara diterima atau ditolak. Kalau begini tinggal banyak berdo'a saja.

Namun perlu diingat bahwa pada akhirnya keputusan final tetap ada di pengumuman daftar nama yang dirilis situs UIM resmi. Jadi yang dapet pesan nomor 2 atau 3 jangan menyerah dulu! Karena mungkin masih ada kesempatan diterima, siapa tahu nama anda ikut terpampang di daftar penerima?.
Oiya patut jadi perhatian, jangan pernah percaya pada informasi apapun yang berkaitan dengan pengumuman selain dari situs UIM resmi. Karena berdasar pengalaman yang lalu, sempat beredar bocoran daftar nama penerima beasiswa (sempat membuat gempar para pelamar hehe) namun ternyata informasi tersebut kurang bisa dipercayai. Sebagian besar daftar nama tersebut salah, tidak sesuai dengan pengumuman akhir yang dirilis di situs UIM. Jadi lebih amannya pantau saja situs resmi UIM, jangan tergiur informasi yang gak jelas.

Setelah pengumuman resmi telah dirilis maka akan terlihat golongan yang beruntung dan yang belum.
Bagi yang belum beruntung jangan putus asa! Selama anda masih memenuhi syarat pendaftaran maka cobalah lagi di pendaftaran berikutnya. Salah seorang mahasiswa bercerita bahwa ia baru lolos seleksi pendaftaran setelah 4 kali gagal mengajukan. Jadi anda yang baru gagal sekali, jangan menyerah masih ada kesempatan berikutnya.
Bagi yang beruntung saya ucapkan selamat. Merupakan nikmat Allah yang perlu disyukuri. Dan perlu diingat bahwa anda diterima semata-mata karena taufiq dari Allah ta'ala bukan karena yang lain. Jangan terburu puas dulu, perjalanan anda menuju Madinah masih panjang. Anda baru melewati tahap pertama dari seleksi, dan masih ada seleksi di tahap berikutnya yang perlu dipersiapkan dan dikhawatirkan. Begitu anda gagal di seleksi berikutnya maka perjalanan anda menuju Madinah terhenti disini.....

(Bersambung...)


Selasa, 07 Oktober 2014

Ramah Tamah Ied Adha PPMI Madinah

Hari ied, saat berkumpul dengan keluarga, bercanda, bercengkrama dengan akrab. Seperti sudah menjadi tradisi untuk berkumpul keluarga pada momen tersebut. Apalagi ketika iedul adha, saat dimana daging-daging melimpah ruah. Diolah menjadi berbagai makanan yang menggugah selera. Mulai dari sate, gule, sop, tongseng, tengkleng, dan lainnya yang hanya dengan memikirkannya sudah bisa membuat air liur menetes.

Beda halnya bagi para mahasiswa, khususnya yang merantau jauh ke tanah orang. Berkumpul dengan keluarga hanya dalam waktu terbatas. Terpisah jarak dan waktu menjadi halangan. Merasakan cita rasa masakan rumah hanya melalui paket abon, mie, tempe orek, dan sambal sachetan. Sungguh mengenaskan saat momen membahagiakan justru menjadi momen ajang galau rindu rumah.

Begitu pula para mahasiswa Indonesia di UIM, Penderitaan kangen keluarga dan masakan rumah terasa saat momen Idul Adha kemarin. Meskipun Idul Adha namun menu masakan kantin kampus tidak berubah sama sekali, menu sama rasa sama. Tidak ada sate, gule, tongseng daging unta maupun kambing. Hiks.

Alhamdulillah, rupanya pihak PPMI Madinah peka dengan hal tersebut. Maka diadakanlah acara ramah tamah mahasiswa Indonesia di Madinah dari jenjang S1 sampai S3. "Walau kumpul bersama keluarga tak mampu, paling tidak bercengkrama dengan sesama pelajar Indonesia bisa menjadi obat pelipur lara" ujar Ust Zaidan, selaku ketua PPMI Madinah.

Acara dikemas dengan santai dan bebas. Makan bersama (tentunya menu Indonesia dong), olahraga, canda tawa, sekaligus mempererat silaturahmi dengan para senior di jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Acara diselenggarakan di taman Dawar Qiblatain pada hari Ahad, 11 Dzulhijjah.

Alhamduillah, meski tidak bisa pulang ke tanah air namun rasa sate bisa lah sedikit mengobati rindu, hehe.




Kamis, 02 Oktober 2014

Berkunjunglah ke Madinah

Kawan, berkunjunglah ke Madinah...
Meskipun hanya sekali dalam hidupmu.

Aku tahu itu sulit,
Biaya yang tidak murah selalu menjadi halangan utama.
Tapi tidakkah engkau ingin mengintip meski sedikit ?
Kota dimana para manusia terbaik pernah singgahi.

Kawan, berkunjunglah kemari...
Entah umroh maupun haji
Saat Ramadhan atau Dzulhijjah nanti
Kehadiranmu senantiasa kami nanti

Mungkin kami tidak memiliki menara Eiffel Paris yang indah menjulang tinggi...
Namun kami punya gunung Uhud yang tegar dan kokoh, gunung yang mencintai kami dan kami cintai.

Memang kami tidak memiliki festival musik budaya seperti Rio di Brazil...
Namun lantunan ayat suci AlQur'an kan kau dengar tanpa henti disini.

Mungkin kami tidak memiliki Harvard maupun Oxford, universitas yang tersohor di dunia...
Namun kami punya Jami'ah Islamiyyah, universitas impian penuntut ilmu agama.

Memang kami tidak memiliki taman seindah Central Park NewYorkCity...
Namun kami punya taman surga diantara mimbar dan rumah Nabi.

Mungkin kami tidak memiliki 1000 masjid seperti di Indonesia...
Namun kami punya masjid nabawi yang memiliki pahala 1000 tiap shalatnya.

Kami tidak memiliki musim semi Jepang penuh hamparan sakura...
Maupun musim dingin Eropa dengan salju putih lembutnya...
Kami cuma punya musim panas terik dengan hamburan debu.
Dan musim dingin menggigil menusuk tulang tanpa salju.

Memang disini tidak ada tiupan lembut angin sejuk, yang ada hanyalah angin panas yang ribut.
Tanah gurun yang gersang, hujan yang turun jarang, dan rumput kering kekuningan.

Namun kawan...
Inilah tanah yang diharamkan.
Tempat daulah Islamiyyah pertama didirikan
Berasas wahyu yang diturunkan.

Berkunjunglah kawan meski sekali
Dan lihatlah sendiri seperti apa kota yang dipilih nabi
Lalu suatu saat nanti...
Saat engkau pangku cucu sambil melihat gambar kota ini
Katakan
"Alhamdulillah, dulu aku pernah kesini..."


Tanah Haram (KiAtas), Jabal Uhud (KaAtas), Jami'ah Islamiyyah (KiBwh), Masjid Nabawi (KaBwh)